Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kabinet Merah Putih pada 8 April 2026 mengenai posisi krusial perairan nasional memicu diskursus baru di panggung global. Dengan menegaskan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan energi Asia Timur dan perdagangan dunia melintasi laut Indonesia, Presiden secara implisit menempatkan Indonesia sebagai poros utama stabilitas ekonomi internasional, melampaui signifikansi …
Reorientasi Geopolitik: Mengapa Perairan Indonesia Lebih Strategis dari Selat Hormuz?