PADANG — Proses pemulangan jemaah umrah asal Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat terkendala dinamika geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Minggu (8/3/2026), dilaporkan lebih dari seribu jemaah telah mendarat kembali di Indonesia dengan selamat melalui rute penerbangan langsung dari Jeddah.

BACA JUGA : Presiden Prabowo Konsolidasi Tokoh Agama: Perteguh Persatuan Nasional di Tengah Gejolak Timur Tengah

Kelancaran Kepulangan Jemaah Non-Transit

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, mengonfirmasi bahwa jemaah yang telah tiba merupakan rombongan yang menggunakan layanan penerbangan langsung, bukan jemaah transit. Faktor utama kelancaran ini adalah posisi jemaah asal Sumbar yang tidak melewati hub penerbangan internasional di wilayah konflik, seperti Doha atau Dubai, yang saat ini terdampak langsung oleh eskalasi situasi.

“Hingga saat ini, lebih dari seribu jemaah umrah asal Sumbar berhasil dipulangkan dari Jeddah. Kami terus memantau proses ini secara berkala,” ujar Rifki pada Minggu (8/3/2026). Gelombang kepulangan selanjutnya diprediksi akan berlangsung pada 9 Maret 2026, yang melibatkan sekitar 440 orang jemaah paket pertengahan Ramadan.

Penghentian Sementara Operasional di Bandara Internasional Minangkabau

Di tengah upaya pemulangan jemaah, operasional keberangkatan umrah dari Sumatera Barat justru mengalami hambatan. General Manager InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Doni Subardono, menyatakan bahwa penerbangan tujuan Jeddah ditutup sementara terhitung mulai 3 hingga 18 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil menyusul ketidakpastian situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Akibatnya, layanan charter flight langsung yang biasanya beroperasi dua kali seminggu kini ditiadakan. Sejumlah jemaah yang terdampak penutupan ini dilaporkan terpaksa mencari rute alternatif melalui negara tetangga, seperti Malaysia, agar tetap dapat melanjutkan perjalanan ibadah ke Arab Saudi.

Status Keamanan Jemaah di Arab Saudi

Berdasarkan data resmi Kemenhaj Sumbar, terdapat total sekitar 2.500 jemaah asal wilayah tersebut yang sedang berada di Arab Saudi ketika eskalasi konflik memuncak. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • 1.000+ Jemaah: Telah dipulangkan dan tiba di Indonesia hingga 8 Maret 2026.
  • 440 Jemaah: Dijadwalkan pulang pada gelombang 9 Maret 2026.
  • 1.500 Jemaah: Masih berada di Arab Saudi untuk menyelesaikan paket ibadah 45 hari (hingga akhir Ramadan) dan dijadwalkan kembali pada 23 Maret 2026.

Meskipun situasi keamanan di sekitar kawasan Timur Tengah memanas, pihak Kemenhaj memastikan bahwa seluruh jemaah asal Sumatera Barat saat ini berada dalam kondisi aman. Segala urusan logistik, termasuk akomodasi dan konsumsi selama berada di Tanah Suci, tetap menjadi tanggung jawab penuh biro perjalanan sesuai dengan kontrak paket yang telah disepakati.