Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengeluarkan imbauan tegas bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas ringan diprediksi masih akan mengguyur wilayah Indonesia, khususnya Sumatera, selama sepekan ke depan.
Ancaman Bencana Susulan
Meski intensitas hujan diperkirakan mulai melandai, Pratikno menekankan bahwa risiko bencana hidrometeorologi tetap tinggi. Faktor pendangkalan sungai menjadi perhatian utama pemerintah saat ini.
BACA JUGA : Pesan Inskripsi Presiden Prabowo di Kejaksaan Agung: Seruan Keberanian dan Kejujuran Penegak Hukum
“Kita harus tetap waspada, terutama karena beberapa sungai mengalami pendangkalan akibat material tanah longsor dan sedimen lainnya,” ujar Pratikno dalam konferensi pers melalui kanal YouTube BNPB pada Kamis (25/12/2025). Kondisi ini menyebabkan daya tampung sungai menurun drastis, sehingga hujan ringan sekalipun berisiko memicu luapan air atau banjir susulan.
Keselamatan Libur Natal dan Tahun Baru
Momentum pergantian tahun dari 2025 ke 2026 kali ini diwarnai dengan suasana keprihatinan mendalam. Menko PMK meminta masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik atau wisata dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk proaktif memantau kanal informasi resmi.
Masyarakat diharapkan selalu merujuk pada peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG dan BNPB. “Mari kita utamakan keselamatan bersama. Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bahu-membahu membantu saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” tambahnya.
Data Terkini: Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa
Bencana banjir yang melanda wilayah Sumatera telah mencatatkan angka kerugian yang sangat besar, baik dari sisi kemanusiaan maupun infrastruktur. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Desember 2025, total korban jiwa telah mencapai 1.135 orang.
Wilayah dengan Dampak Terparah
Tiga wilayah di Sumatera mencatatkan angka fatalitas tertinggi:
- Aceh Utara: 205 korban jiwa.
- Tapanuli Tengah: 191 korban jiwa.
- Tapanuli Selatan: 133 korban jiwa.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan masih terus berupaya menemukan 173 orang yang dinyatakan hilang.
Kerusakan Infrastruktur Masif
Skala kerusakan bangunan fisik akibat terjangan banjir ini meliputi ratusan ribu unit, dengan rincian sebagai berikut:
- Pemukiman Warga: Total 157.838 rumah rusak (47.165 rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan).
- Fasilitas Pendidikan: 875 unit sekolah terdampak.
- Fasilitas Keagamaan: 806 rumah ibadah mengalami kerusakan.
- Infrastruktur Vital: 734 jembatan terputus atau rusak, menghambat akses distribusi bantuan.
- Fasilitas Kesehatan & Umum: 200 unit fasilitas kesehatan dan 1.900 fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan fungsional.
Harapan Pemulihan di Tahun 2026
Menutup pernyataannya, Pratikno berharap solidaritas nasional dapat mempercepat proses pemulihan bagi para penyintas. Pemerintah berkomitmen agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan efektif sehingga kehidupan masyarakat terdampak segera kembali normal.
“Marilah kita berdoa dan memberikan dukungan penuh. Kita sambut tahun 2026 dengan harapan agar kehidupan saudara-saudara kita pulih jauh lebih baik dari sebelumnya,” pungkasnya.
