Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025 telah meninggalkan dampak destruktif bagi sektor agrikultur. Kabupaten Bener Meriah, yang dikenal sebagai salah satu produsen kopi Gayo utama di dunia, mengalami kerugian besar setelah ratusan hektare lahan perkebunan warga dilaporkan rusak total.
BACA JUGA : Logika di Balik Angka: Mengapa Menahan Diri Adalah Satu-satunya Cara Menghindari Kerugian Fatal dalam Slot
Dampak Masif pada Sektor Perkebunan Kopi
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan bahwa kerusakan lahan kopi menjadi dampak paling dominan di Bener Meriah. Hal ini mengancam stabilitas ekonomi daerah mengingat kopi adalah tulang punggung mata pencaharian masyarakat setempat.
Berdasarkan data resmi per Jumat (9/1/2026), total lahan perkebunan kopi yang terdampak mencapai 445,583 hektare. Berikut adalah rincian sebaran kerusakan di delapan kecamatan:
- Kecamatan Bukit: 198,179 hektare (Wilayah terdampak paling luas)
- Kecamatan Mesidah: 122,147 hektare
- Kecamatan Wih Pesam: 76,700 hektare
- Kecamatan Permata: 36,650 hektare
- Kecamatan Gajah Putih: 8,469 hektare
- Kecamatan Bener Kelipah: 1,750 hektare
- Kecamatan Bandar: 1,563 hektare
- Kecamatan Timang Gajah: 0,125 hektare
Kerugian Agrikultur dan Infrastruktur Secara Menyeluruh
Selain komoditas kopi, bencana ini juga melumat sektor pertanian dan perikanan lainnya. Total kerusakan lahan di Bener Meriah mencapai 731,089 hektare, yang mencakup:
- Sawah: 68,732 hektare
- Perkebunan Umum (Syiah Utama): 214,270 hektare
- Kolam Perikanan: 2,505 hektare
Kerusakan infrastruktur pun tidak kalah parah. Tercatat sebanyak 166 jembatan rusak, 81 ruas jalan terdampak, serta 61 titik longsor yang menghambat aksesibilitas antarwilayah. Di sektor pemukiman, sebanyak 1.797 rumah warga mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan.
Data Korban Jiwa dan Pengungsian
Tragedi yang terjadi pada 26 November 2025 ini juga memakan korban jiwa dan menyebabkan krisis kemanusiaan di Aceh. Berikut adalah ringkasan dampak terhadap warga:
| Kategori Dampak | Jumlah |
| Korban Meninggal Dunia | 31 orang |
| Korban Hilang | 14 orang |
| Korban Luka-luka | 5 orang |
| Total Warga Terdampak | 183.043 jiwa |
| Pengungsi Terpusat | 2.116 jiwa |
| Pengungsi Mandiri | 2.452 jiwa |
Langkah Pemulihan dan Rehabilitasi
Saat ini, Kabupaten Bener Meriah telah melewati masa tanggap darurat dan sedang berada dalam tahap transisi darurat menuju pemulihan yang direncanakan berlangsung hingga 6 April 2026.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait memfokuskan sisa energi penanganan pada tiga aspek utama:
- Penanganan Korban: Memastikan kebutuhan logistik dan kesehatan pengungsi terpenuhi.
- Pemulihan Akses: Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan untuk mobilisasi bantuan dan ekonomi.
- Rehabilitasi Ekonomi: Menyiapkan langkah rekonstruksi lahan perkebunan kopi guna mengembalikan sumber penghasilan utama petani.
“Fokus kami adalah menyiapkan langkah rehabilitasi, khususnya untuk kebun kopi yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Bener Meriah,” pungkas Murthalamuddin.
