Tapanuli Tengah – Satu bulan pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, warga di Kelurahan Sorkam masih menghadapi kendala serius dalam mengakses air bersih. Infrastruktur air milik warga dilaporkan rusak parah dan sumber air permukaan tercemar material lumpur, yang memicu kekhawatiran akan timbulnya krisis kesehatan lingkungan.
BACA JUGA : Buruh Gelar Aksi Demonstrasi di Istana: Tuntut Revisi UMP DKI Jakarta 2026
Dampak Pencemaran Sumber Air
Kondisi ini dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan. Menurutnya, kerusakan fasilitas sanitasi pasca-bencana pada 24 November 2025 lalu telah menghambat aktivitas domestik warga secara signifikan.
“Pasca-banjir bandang, sejumlah sumber air warga rusak dan tercemar lumpur. Hal ini tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari seperti memasak dan mencuci, tetapi juga berpotensi memicu gangguan kesehatan kulit dan pencernaan jika terus dibiarkan,” jelas Ferry dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/12/2025).
Intervensi Pembangunan Sumur Bor
Sebagai langkah tanggap darurat tahap pemulihan, jajaran Kepolisian melakukan pembangunan sumur bor di Desa Sorkam pada Sabtu (27/12/2025). Proyek penyediaan air bersih ini dikerjakan secara intensif mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai pada pukul 14.00 WIB.
Pembangunan fasilitas ini diarahkan untuk menjadi sumber air komunal yang dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat setempat. Pihak kepolisian menekankan bahwa pengerjaan sumur bor tersebut tetap memperhatikan standar kualitas dan keamanan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi secara berkelanjutan (sustainable).
“Harapan kami, bantuan ini mampu meringankan beban ekonomi warga yang harus mencari air bersih serta mempercepat pemulihan kondisi kehidupan menuju keadaan yang normal, sehat, dan produktif,” tambah Ferry.
Refleksi Skala Bencana Tapteng
Bencana yang menerjang Tapanuli Tengah pada akhir November lalu tercatat sebagai salah satu musibah dengan dampak yang masif. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara per Minggu (28/12/2025), rincian dampak manusia akibat bencana tersebut meliputi:
- Korban Meninggal Dunia: 27 orang.
- Warga Dinyatakan Hilang: 37 orang.
- Korban Luka-luka: 11 orang.
Kerusakan infrastruktur air bersih di Sorkam hanyalah sebagian kecil dari dampak hidrometeorologi ekstrem yang melanda wilayah Sumatera sepanjang akhir tahun 2025. Pemerintah dan instansi terkait terus berupaya melakukan pemulihan fisik dan sosial bagi para penyintas di berbagai wilayah terdampak.
