Presiden Prabowo Subianto mengawali agenda kerja tahun 2026 dengan menggelar pertemuan koordinasi penting di kediaman dinasnya, Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi legislatif dan eksekutif guna membahas langkah-langkah krusial terkait stabilitas nasional dan pemulihan pascabencana.
BACA JUGA : Lumpuhnya Ekonomi Pesisir: Banjir Aceh Timur Picu Kerugian Sektor Perikanan Rp 2,64 Triliun
Laporan Progres Satgas Pemulihan Sumatera
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah laporan mendalam dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang kapasitasnya juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana. Dasco memaparkan progres terkini mengenai upaya rekonstruksi dan rehabilitasi di tiga provinsi di Sumatera yang terdampak parah oleh banjir bandang dan tanah longsor.
Beberapa poin krusial yang dibahas dalam konteks pemulihan meliputi:
- Akselerasi Infrastruktur: Percepatan pembangunan kembali fasilitas publik yang rusak guna memulihkan konektivitas antarwilayah di Sumatera.
- Rehabilitasi Sosial-Ekonomi: Langkah-langkah strategis untuk mengembalikan mata pencaharian warga yang terdampak, sejalan dengan komitmen pemerintah terhadap ketahanan wilayah.
- Sinergi Kelembagaan: Koordinasi antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan ketersediaan anggaran dan payung hukum yang memadai bagi proses pemulihan jangka panjang.
Penugasan Khusus Awal Tahun 2026
Selain agenda pemulihan bencana, Presiden Prabowo memberikan sejumlah “penugasan khusus” kepada para peserta rapat. Pertemuan tersebut dihadiri oleh figur-figur kunci di lingkaran dalam pemerintahan, yakni:
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi: Fokus pada koordinasi administratif dan komunikasi kebijakan kepresidenan.
- Menteri Luar Negeri, Sugiono: Terkait aspek diplomatik dan potensi kerja sama internasional dalam mendukung stabilitas dalam negeri.
- Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya: Memastikan efektivitas manajemen kabinet dalam menjalankan instruksi presiden.
Meskipun rincian penugasan khusus tersebut tidak dipublikasikan secara mendetail, kehadiran Menteri Luar Negeri dalam rapat yang juga membahas masalah domestik memberikan indikasi adanya upaya sinkronisasi antara kebijakan dalam negeri dengan kepentingan strategis Indonesia di mata internasional.
Simbolisme Kerja Cepat
Pertemuan yang berlangsung dari sore hingga malam hari di hari kedua tahun baru ini mempertegas pola kerja kepemimpinan Presiden Prabowo yang mengutamakan kecepatan dan koordinasi lintas lembaga. Penggunaan rumah dinas sebagai lokasi pertemuan juga menunjukkan fleksibilitas presiden dalam memastikan agenda-agenda mendesak nasional tidak terhambat oleh protokol formal di hari libur.
