Kawasan Kenawat di Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda banjir susulan pada Minggu sore (4/1/2026). Bencana ini melanda dua wilayah utama, yakni Kampung Paya dan Kampung Monong, di saat proses pemulihan akibat banjir sebelumnya belum sepenuhnya tuntas.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat. Warga dilaporkan segera keluar rumah untuk mengevakuasi diri secara mandiri guna mengantisipasi potensi banjir bandang, berkaca pada trauma bencana serupa yang terjadi pada akhir November lalu.

BACA JUGA : Pemerintah Siapkan Jaminan Hidup dan Modal Ekonomi bagi Korban Banjir Aceh Utara


Dampak Banjir dan Terisolasinya Warga

Menurut laporan dari warga setempat, Subhan, luapan air akibat hujan deras tidak hanya merendam area persawahan, tetapi juga meluap hingga ke badan jalan raya. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga lumpuh total.

  • Akses Terputus: Luapan air yang menutupi jalan utama membuat penduduk di Kampung Paya dan Kampung Monong terjebak dan tidak dapat keluar dari wilayah desa.
  • Kerusakan Lahan: Persawahan yang menjadi sumber mata pencaharian warga kembali terendam, yang berpotensi memicu kerugian ekonomi dan gagal panen.

Hujan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut baru mulai mereda pada pukul 18.30 WIB. Begitu debit air mulai menurun, warga segera bergotong royong membersihkan material lumpur dan sisa-sisa banjir yang masuk ke pemukiman untuk mencegah penumpukan sedimen.

Catatan Bencana Hidrometeorologi di Aceh Tengah

Peristiwa ini menambah panjang catatan bencana hidrometeorologi di Aceh Tengah dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data sebelumnya, bencana pada akhir November 2025 merupakan salah satu yang terparah, dengan dampak sebagai berikut:

  1. Kerusakan Bangunan: Sebanyak 38 unit rumah di kawasan Kenawat dilaporkan mengalami kerusakan.
  2. Kerusakan Total: Sebagian besar dari bangunan tersebut hancur total akibat tertimbun material longsor dan terjangan air.

Upaya Penanganan dan Kebutuhan Mendesak

Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mempercepat normalisasi saluran air dan perbaikan infrastruktur di kawasan Lut Tawar. Tanpa penanganan drainase yang permanen, kawasan ini tetap memiliki risiko tinggi mengalami banjir berulang setiap kali hujan deras mengguyur.

Saat ini, warga masih dalam kondisi waspada tinggi mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut di wilayah dataran tinggi Gayo.