Kondisi infrastruktur jalan di Kota Depok kembali menjadi sorotan tajam. Jalan Mampang Indah I, yang merupakan jalur penghubung penting di perbatasan wilayah Grogol dan Mampang, saat ini berada dalam kondisi rusak parah. Kerusakan yang memanjang sekitar 20 hingga 25 meter tersebut tidak hanya menghambat mobilitas ekonomi warga, tetapi juga telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan.
BACA JUGA : Percepatan Pembangunan 2.603 Hunian Tetap di Sumatera: Sinergi Penyiapan Lahan dan Pendanaan Non-APBN
Deskripsi Kerusakan dan Kondisi Terkini
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, 18 Desember 2025, permukaan aspal di Jalan Mampang Indah I telah mengelupas sepenuhnya di beberapa titik, menyisakan bebatuan tajam yang berserakan. Kondisi paling memprihatinkan terlihat dari adanya lubang-lubang besar dengan kedalaman mencapai 20 hingga 30 centimeter.
Saat intensitas hujan meningkat, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air setinggi 5 hingga 7 centimeter. Hal ini sangat berbahaya bagi pengendara motor karena kedalaman lubang menjadi tidak terlihat, sehingga sering kali memicu kecelakaan tunggal bagi mereka yang tidak terbiasa melintasi jalur tersebut.
Inisiatif Warga: Meja Peringatan dan Penambalan Darurat
Minimnya respons dari pihak berwenang memaksa warga setempat melakukan tindakan preventif secara mandiri. Yose (50), seorang warga yang tinggal di area terdampak, menempatkan sebuah meja kayu di tengah jalan sebagai tanda peringatan. Di atas meja tersebut tertempel kertas laminating bertuliskan “Awas Lobang Dalam” dengan tinta merah mencolok.
Selain sebagai penanda, warga juga berupaya meminimalisir risiko dengan cara:
- Menimbun lubang menggunakan ranting pohon dan dedaunan kering.
- Memanfaatkan pecahan genting dan bilah kayu untuk meratakan permukaan jalan secara sementara.
- Memberikan instruksi lisan kepada pengendara yang tampak ragu saat melintas.
Upaya ini dilakukan agar pengendara, khususnya anak-anak dan orang tua yang menggunakan sepeda motor, dapat terhindar dari titik ambles yang paling dalam.
Kronologi Kerusakan dan Dampak Sosial
Kerusakan di Jalan Mampang Indah I sebenarnya sudah mulai terlihat sejak lebih dari setahun yang lalu. Namun, dalam enam bulan terakhir, kondisi jalan memburuk secara eksponensial. Faktor utama yang mempercepat kerusakan ini adalah tingginya frekuensi kendaraan bermuatan berat, seperti truk, yang melintasi jalan kelas pemukiman tersebut.
Dampak dari pembiaran ini sudah dirasakan langsung oleh warga. Yose mengaku telah terpeleset hingga dua kali saat hendak memasukkan motor ke garasi rumahnya. Kesaksian serupa juga datang dari warga lain, Januar (35), yang menyatakan bahwa beberapa tetangganya mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang yang tertutup air.
Tuntutan Solusi Permanen: Pengecoran Jalan
Warga menilai bahwa upaya penambalan aspal (patching) yang dilakukan pemerintah daerah di masa lalu tidak efektif karena tidak bertahan lama. Tekanan dari beban kendaraan berat membuat tambalan aspal cepat hancur kembali, terutama saat musim hujan.
Oleh karena itu, warga menuntut solusi permanen berupa pengecoran jalan (betonisasi). Konstruksi beton dianggap lebih mampu menahan beban kendaraan berat dan memiliki daya tahan lebih baik terhadap genangan air dibandingkan aspal biasa. Jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan nyata, warga berencana untuk melakukan iuran swadaya guna memperbaiki jalan tersebut secara mandiri demi menjamin keamanan lingkungan mereka.
Kesimpulan
Kondisi Jalan Mampang Indah I di Depok merupakan potret nyata urgensi perbaikan infrastruktur di tingkat lokal. Keberadaan meja peringatan di tengah jalan adalah simbol protes sekaligus keprihatinan warga terhadap lambatnya penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Diperlukan tindakan segera sebelum jatuh korban jiwa yang lebih serius akibat infrastruktur yang terabaikan.
