Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Bengkulu pada Rabu, 1 April 2026. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan infrastruktur militer dan koordinasi perluasan satuan tempur guna memperkuat stabilitas pertahanan di wilayah pesisir barat Sumatra.
Kedatangan Menhan di Bandar Udara Fatmawati disambut oleh jajaran petinggi militer dan sipil, termasuk Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ekspansi Satuan Tempur di Seluruh Wilayah Bengkulu
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan memiliki rencana besar untuk membangun 10 batalion baru yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap daerah tingkat II memiliki kesiapan pertahanan yang mumpuni.
“Menhan menyampaikan bahwa 10 kabupaten dan kota di Bengkulu akan dibangun batalion. Saat ini, fokus pembangunan sedang berjalan dan akan segera terealisasi di Kabupaten Seluma serta Bengkulu Tengah,” ujar Mian dalam keterangan resminya.
Pembangunan ini merupakan bagian dari modernisasi kekuatan darat yang terintegrasi, di mana satuan-satuan tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan wilayah serta membantu percepatan pembangunan daerah.
Proyek Strategis Pangkalan Udara (Lanud)
Selain penguatan matra darat, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan Pangkalan Udara (Lanud) baru. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyiapan lahan strategis yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan militer.
“Lahan milik PTPN di Kabupaten Seluma telah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi sebagai lokasi Lanud. Saat ini, prosesnya tinggal menunggu kesepakatan final antara Menteri Pertahanan dan Menteri Keuangan terkait aspek administratif dan pendanaan,” tambah Mian.
Peninjauan Progres Batalion 891/TP di Kabupaten Seluma
Setelah tiba di Ibu Kota Provinsi, Menhan beserta rombongan, yang didampingi oleh Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, segera bertolak menuju Kabupaten Seluma menggunakan helikopter. Di Seluma, rombongan disambut oleh Bupati Teddy Rahman beserta jajaran TNI setempat.
Agenda utama di Seluma adalah meninjau langsung progres pembangunan Batalion 891/TP. Menhan melakukan rapat tertutup di Balai Adat Seluma, yang saat ini difungsikan sebagai markas sementara bagi personel Yon TP 891/MS. Rapat tersebut membahas evaluasi teknis dan percepatan pembangunan fisik markas agar satuan tersebut dapat segera beroperasi secara penuh.
Penambahan kekuatan militer di Provinsi Bengkulu ini menandai pergeseran fokus pertahanan nasional yang kini lebih memperhatikan wilayah-wilayah strategis di luar Pulau Jawa, sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah-wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
