JAKARTA – Awal pekan pada Senin (12/1/2026) menjadi momen yang menyesakkan bagi warga ibu kota. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak dini hari menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta Utara terendam banjir, memicu kemacetan total yang membuat lalu lintas nyaris tidak bergerak selama berjam-jam.
Kombinasi antara genangan air yang tinggi dan volume kendaraan yang meningkat di jam berangkat kerja menciptakan situasi “horor” bagi para komuter yang terjebak di tengah kepungan air.
BACA JUGA : Prabowo Ultimatum Direksi BUMN: Tuntut Integritas Tinggi atau Mundur dari Jabatan
Lumpuhnya Arus di Jalur Utama Yos Sudarso
Jalan Yos Sudarso yang merupakan urat nadi menuju kawasan Tanjung Priok menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Ketinggian air yang berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter memaksa kendaraan melambat, hingga akhirnya menimbulkan antrean panjang yang mengular mulai dari kawasan ITC Cempaka Mas.
Banyak pengendara roda dua yang terpaksa bertaruh dengan menerobos genangan, yang berujung pada mogoknya mesin kendaraan mereka. Noufal, salah seorang warga yang hendak menuju tempat kerja, menceritakan pengalamannya terjebak selama lebih dari satu jam tanpa kepastian.
“Sudah satu jam lebih terjebak di sini. Motor saya akhirnya mogok karena nekat menerobos banjir,” ungkapnya. Tanpa adanya jalur alternatif yang bebas banjir, Noufal bersama puluhan pengendara lainnya hanya bisa pasrah dan berteduh di atas trotoar kawasan Artha Gading, menunggu air surut atau bantuan tiba.
Krisis Lalu Lintas di Kawasan Jembatan Tiga dan Pluit
Kondisi serupa terjadi di ruas Jalan Jembatan Tiga Raya menuju arah Emporium Pluit. Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan kendaraan sudah mulai mengunci sejak dari arah Jalan Tubagus Angke dan Bandengan.
Ketinggian air yang mencapai 20 sentimeter di depan Kompleks Pluit Mas menjadi penghalang utama bagi kendaraan kecil. Di titik ini, nampak pemandangan yang menunjukkan keputusasaan pengendara:
- Aksi Putar Balik Massal: Banyak pengendara motor yang memilih memutar balik arah secara paksa dan menaiki trotoar jalan untuk menghindari genangan yang lebih dalam.
- Hanya Kendaraan Besar yang Melintas: Hanya mobil pribadi berdimensi besar dan truk yang terlihat berani menerobos banjir untuk menjangkau akses Tol Dalam Kota.
- Evakuasi Kendaraan: Para pengendara motor yang terlanjur berada di tengah genangan terpaksa turun dan menuntun kendaraan mereka guna menghindari kerusakan mesin yang lebih parah.
Dampak Sistemik dan Inefisiensi Waktu
Lumpuhnya jalan-jalan protokol ini tidak hanya berdampak pada keterlambatan jam kerja, tetapi juga memicu rasa frustrasi yang meluas di kalangan warga. Kurangnya manajemen arus lalu lintas di titik-titik banjir membuat penumpukan kendaraan terkunci tanpa ada jalan keluar bagi mereka yang sudah terlanjur masuk ke dalam kemacetan.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di sebagian wilayah Jakarta masih terpantau mendung dengan potensi hujan susulan, sementara petugas terkait mulai dikerahkan untuk mempercepat penyedotan genangan di beberapa titik krusial.
